M2 - PWM,ADC DAN INTERRUPT
Modul 2
MODUL 2
Praktikum ini mempelajari penggunaan fitur Analog-to-Digital Converter (ADC), Pulse Width Modulation (PWM), dan Interrupt pada mikrokontroler STM32 melalui beberapa percobaan. Kegiatan praktikum bertujuan untuk mengetahui cara mikrokontroler mengolah sinyal analog menjadi data digital, menangani interupsi dari perangkat eksternal, serta menghasilkan sinyal keluaran yang dapat digunakan untuk mengendalikan aktuator sesuai kondisi sensor yang terbaca.
Pada Percobaan 1 dengan judul Heart Rate Indicator, sistem memanfaatkan heartbeat sensor sebagai masukan analog yang dibaca menggunakan ADC dan push button sebagai pemicu interrupt. Output yang digunakan berupa LED tiga warna dan buzzer. Mikrokontroler melakukan pembacaan sinyal detak jantung secara terus-menerus untuk menghitung nilai Beats Per Minute (BPM). Ketika BPM berada pada kondisi normal, sistem hanya menyalakan LED indikator tertentu, seperti LED hijau atau kuning. Akan tetapi, jika nilai BPM melewati batas aman (BPM > 70), maka LED merah dan buzzer akan aktif sebagai tanda peringatan. Percobaan ini memperlihatkan kemampuan mikrokontroler dalam mengolah data analog secara real-time. Selain itu, fitur interrupt pada push button memungkinkan pengguna mematikan alarm secara langsung tanpa menghentikan proses utama pembacaan sensor.
Pada Percobaan 2 tentang Sistem Jemuran Otomatis, proses pengendalian dilakukan dengan membaca intensitas cahaya menggunakan sensor LDR yang terhubung ke ADC, sedangkan motor servo dikendalikan menggunakan sinyal PWM. Saat sensor mendeteksi kondisi lingkungan terang dan nilai pembacaan melewati batas tertentu, mikrokontroler akan mengatur duty cycle PWM sehingga servo bergerak keluar untuk menjemur pakaian. Sebaliknya, ketika kondisi sekitar mulai gelap, sistem akan mengubah sinyal PWM agar servo bergerak masuk untuk melindungi pakaian dari hujan. Push button yang digunakan pada percobaan ini juga berfungsi sebagai kontrol manual, sehingga pengguna tetap dapat mengatur posisi servo tanpa bergantung pada kondisi cahaya.
Dari kedua percobaan tersebut dapat diketahui bahwa mikrokontroler memiliki kemampuan yang baik dalam memproses berbagai kondisi lingkungan menjadi sebuah tindakan otomatis. Melalui fitur ADC, sistem dapat membaca perubahan nilai analog secara bertahap dan lebih akurat. Kemudian, dengan bantuan interrupt dan PWM, mikrokontroler mampu memberikan respons yang cepat, baik dalam bentuk indikator peringatan maupun pengendalian gerakan mekanis secara presisi.
- Memahami cara penggunaan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
- Memahami cara menggunakan komponen input dan output yang mengimplementasikan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
41.3.1 General Input Output
Input adalah semua data dan perintah yang dimasukkan ke dalam memori untukdiproses lebih lanjut oleh mikroprosesor. Sebuah perangkat input adalah komponenpiranti keras yang memungkinkan user atau pengguna memasukkan data ke dalammikroprosesor. Output adalah data hasil yang telah diproses. Perangkat output adalahsemua komponen piranti keras yang menyampaikan informasi kepada orang-orangyang menggunakannya.Pada STM32F103C8T6 dan STM32 NUCLEO G474RE pin input/output terdiri daridigital dan analog yang jumlah pin-nya tergantung jenis mikrokontroller yangdigunakan. Input digital digunakan untuk mendeteksi perubahan logika biner pada pintertentu. Adanya input digital memungkinkan mikrokontroler untuk dapatmenerjemahkan 0V menjadi logika LOW dan 5V menjadi logika HIGH. Membacasinyal digital pada mikrokontroller dapat menggunakan sintaks digitalRead(pin);Output digital terdiri dari dua buah logika, yaitu kondisi logika HIGH dan kondisilogika LOW. Untuk menghasilkan output kita dapat menggunakan sintaksdigitalWrite(pin,nilai); yang sebelumnya pin sudah diset ke mode OUTPUT, laluparameter kedua adalah set nilai HIGH atau LOW. Apabila pin diset dengan nilai HIGH, maka voltase pin tersebut akan diset ke 5V atau 3.3V dan bila pin diset ke LOW,maka voltase pin tersebut akan diset ke 0V.
1.3.2 STM 32 NUCLEO G474RESTM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (developmentboard) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan olehSTMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran,pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untukpemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmukaST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsungmelakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan.Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:
1.3.3 STM32F103C8STM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yangdikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalampengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yangrendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini,kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagaimetode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAGuntuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dariSTM32F4 yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
41.3.1 General Input Output
Komentar
Posting Komentar