LAPORAN AKHIR 2



 1. Jurnal[kembali]


Mengupload: 30495 dari 30495 byte diupload.





 

 2. Alat dan Bahan [kembali]

  • Encoder
  1. IC 74ls147



2. Switch Spdt


3. power supply

4. Ground


5. logic probe





  • Decoder
  1. IC 4028

2. Switch Spdt



3. power supply


4. Ground



5. logic probe


 3. Rangkaian Simulasi  [kembali]

  • Encoder





  • Decoder





 4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

 

  • Encoder


Rangkaian ini menggunakan IC 74LS147 yang berfungsi sebagai priority encoder 10-to-4. Setiap input D0–D9 dihubungkan ke switch SPDT dengan logika aktif rendah, sehingga ketika switch ditekan dan terhubung ke ground, input dianggap aktif oleh IC. Selanjutnya, IC 74LS147 mengubah sinyal desimal tersebut menjadi kode biner 4-bit pada output Y0–Y3. Karena bekerja dengan prinsip prioritas, jika lebih dari satu input aktif bersamaan maka IC akan menampilkan output biner dari angka dengan nilai tertinggi (misalnya jika D3 dan D8 aktif, output akan menunjukkan kode biner untuk angka 8). Output encoder ini bersifat active low, sehingga kondisi logika “0” menunjukkan keadaan aktif. Pola biner dari keluaran Y0–Y3 kemudian dapat diperiksa menggunakan logic probe. Dengan cara ini, rangkaian memungkinkan pemilihan angka desimal melalui switch yang kemudian otomatis dikonversi menjadi representasi biner 4-bit yang dapat diamati langsung.
  • Decoder


Rangkaian pada gambar memanfaatkan IC 4028 sebagai BCD to Decimal Decoder, yaitu rangkaian yang berfungsi mengubah masukan biner 4-bit menjadi keluaran desimal. Empat saklar (A, B, C, dan D) berperan sebagai input biner, di mana setiap kombinasi logika 0 dan 1 dari saklar akan dibaca oleh IC. Berdasarkan input tersebut, IC 4028 akan mengaktifkan salah satu dari sepuluh output (Y0–Y9) sesuai nilai biner yang dimasukkan, sementara output lain tetap tidak aktif. Sebagai contoh, jika input biner bernilai 0101 (desimal 5), maka hanya output Y5 yang menyala dan keluaran lainnya tetap mati. Dengan mekanisme ini, decoder banyak dimanfaatkan dalam sistem digital, misalnya untuk menampilkan angka, melakukan pemilihan jalur tertentu, maupun aplikasi lain yang memerlukan konversi dari kode biner ke bentuk desimal.

 5. Video Rangkaian [kembali]

  • Encoder

  • Decoder

       

 

 6. Analisa [kembali]

 Soal 1: Analisa pengaruh dari Output Low dan juga Output High pada percobaan encoder 2a.

Analisa:
Pada percobaan 2a digunakan IC 74147 yang berfungsi sebagai encoder 10-to-4 dengan sifat aktif LOW. Hal ini berarti input bernilai 0 dianggap aktif, dan output biner yang dihasilkan juga dalam kondisi aktif rendah. Jika hanya satu input diberi logika 0, maka keluaran akan menampilkan kode biner sesuai posisi input tersebut. Namun, ketika lebih dari satu input bernilai 0 secara bersamaan, encoder akan memberikan prioritas pada input dengan nilai tertinggi untuk ditampilkan pada output. Dengan demikian, logika LOW pada output menunjukkan kondisi aktif, sedangkan logika HIGH menunjukkan kondisi tidak aktif. Pemahaman sifat aktif LOW ini sangat penting agar pembacaan menggunakan LED atau indikator tidak keliru antara kondisi aktif dan tidak aktif.

Soal 2: Analisa setiap pengaruh input terhadap output decoder IC 4028 pada percobaan 2b, apa yang terjadi jika tidak ada input aktif, dan apa yang terjadi jika input melebihi biner 9 (1001).

Analisa:
Dalam percobaan 2b dipakai IC 4028 yang berperan sebagai decoder 4-ke-10 dengan karakteristik keluaran aktif bernilai HIGH. Setiap susunan masukan biner mulai dari 0000 hingga 1001 (setara desimal 0–9) akan mengaktifkan tepat satu jalur keluaran (Y0–Y9), sementara jalur lainnya tetap berada pada kondisi LOW. Dengan kata lain, kombinasi biner yang dimasukkan langsung menentukan keluaran yang menyala. Apabila masukan tidak terhubung dengan jelas (floating), maka hasil keluarannya menjadi tidak stabil karena rangkaian tidak mampu mengenali logika secara pasti. Selanjutnya, ketika masukan lebih besar dari 9 dalam bentuk biner (1010–1111), tidak ada keluaran valid karena IC 4028 hanya didesain untuk mendekode angka 0 sampai 9. Akibatnya, semua jalur keluaran dapat tetap mati atau menunjukkan perilaku yang tidak menentu sebagaimana dijelaskan pada datasheet. Hal ini menunjukkan bahwa IC ini hanya berfungsi normal untuk rentang masukan 0–9, sedangkan di luar nilai tersebut tidak bisa digunakan secara benar.



 7. Link Download  [kembali]

 

 

 

 

 

 

  



 

Komentar

Postingan Populer